Bring Something to the Table

Vidi Aziz | Thursday, 22 September 2022

“Vidi, if you want to be an exceptional employee, don’t be passive—always bring something to the table.”

Nasihat ini datang dari mantan bos saya, orang Amerika yang dulu merekrut dan mendidik saya saat saya bekerja sebagai karyawan magang di kantor beliau. Dari sekian banyak nasihat yang saya terima di dunia kerja, nasihat dari mantan bos saya ini adalah salah satu yang paling membekas.

Saat pertama kali mendengar nasihat itu, saya bingung, otak saya masih berusaha memproses arti dari "bring something to the table".

Konsep ini memang tidak terlalu populer di Indonesia, khususnya jika Anda bekerja di perusahaan lokal. Tapi, jika Anda bekerja di perusahaan multinational, sesekali Anda akan mendengar istilah ini.

Sederhananya, arti konsep ini adalah tentang kontribusi, tentang memberikan hal yang bernilai—dalam bentuk apapun—untuk sebuah group, project, atau pekerjaan.

Contohnya sederhana: Andi adalah salah seorang rekruter yang bergerak di industri teknologi. Beberapa hari sebelum meeting mingguan bersama Hiring Manager dan team, Andi sudah menyiapkan pertanyaan yang ingin ia diskusikan. Selain itu, dia selalu memberikan perkembangan terkini, tidak hanya tentang pekerjaanya, tetapi juga tentang dinamika di industri teknologi secara umum. Seringkali informasi yang dia berikan mampu melahirkan ide-ide segar untuk teamnya.

Andi adalah contoh karyawan yang mengeksekusi konsep "bring something to the table" dengan baik. Dia tidak hanya datang untuk melaporkan progress pekerjaannya saja, tetapi dia juga memiliki inisiatif untuk berbagi ilmu baru tentang perkembangan dunia teknologi untuk memperkaya ilmu team-nya sehingga mereka bisa bekerja lebih baik.

Bentuk nyata konsep “bring something to the table” tidak hanya terbatas pada berbagi ilmu baru kepada team kita. Ada banyak cara lain untuk bisa berkontribusi. Mantan bos saya juga bilang, “Your contribution can be as simple as bringing your positive energy or offering appreciation to those who have helped you. Some people bring something to the table not because of the bonus, but because it’s the right thing to do.”

Yes, because that's the right thing to do.

Untuk teman-teman yang sedang membaca tulisan singkat saya, yuk, kita pikirkan kontribusi apa yang akan kita berikan ke team, proyek, dan pekerjaan kita—tidak cuma hari ini tapi seterusnya.

Tag Label:

Mindset